PLTN, ANTARA KEUNTUNGAN DAN RESIKO
Saat ini, krisis energi hampir
terjadi di berbagai belahan dunia. Berbagai macam sumber energi alternatif pun
ditawarkann oleh para ahli untuk mengatasi krisis energi yang terjadi sekarang.
Akan tetapi, energi alternatif yang ditawarkan rata-rata menghasilkan energi
yang tidak begitu besar dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh bahan
bakar fosil. Energi alternatif agar mempunyai hasil yang maksimal haruslah
sesuai dengan iklim, demografis dari suatu daerah itu atau kurang fleksibel.
Di antara energi alternatif yang
ditawarkan terdapat sumber energi nuklir. Pembangkit listrik yang menggunakan
energi dari reaksi nuklir disebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN memanfaatkan thermal yang dihasilkan oleh
reaksi nuklir untuk menghasilkan steam yang dipakai untuk memutar turbin untuk
memutar generator.
PLTN mempunyai banyak keunggulan
dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Di antara kelebihannya adalah
emisi yang hampir nol dan bahan bakar yang dibutuhkan sangat sedikit. Dengan
emisi yang hampir nol, PLTN menjadi pilihan yang tepat di saat dunia dilanda
panen limbah dikarenakan emisi yang timbul karena aktivitas manusia. Dengan
bahan bakar yang sangat sedikit, maka untuk memberikan supply bahan bakar untuk
jangka panjang tidak masalah. Penghematan bahan bakar ini disebabkan energi
yang sangat besar yang dihasilkan karena reaksi fisi yang terjadi di dalam
reactor.
Pada Maret 2011, sudah ada
sekitar 442 PLTN yang berlicensi dunia di 31 negara yang berbeda. Hal ini
mengindikasikan bahwa sudah banyak Negara yang memakai PLTN dikarenakan
keunggulan yang dipunyainya. Di antara yang menggunakan PLTN sebagai sumber
energi utamanya adalah Jepang. Selain Jepang ada beberapa Negara maju lainnya
yang juga sudah menggunakan PLTN.
Akan tetapi pada beberapa bulan
lalu, di Jepang tepatnya di Fushima terjadi
insiden kecelakaan reactor nuklir yang terjadi. Hal ini menyebabkan ketakutan
yag terjadi di berbagai belahan dunia akan PLTN. Dikhawatirkan akan
mengakibatkan radiasi pada jangka waktu
dan jarak yang panjang. Masih lekat di ingatan masyatakat dunia akan bencana
besar yang terjadi Chernobyl. Kejadian ini menimbulkan banyak trauma di
masyarakat. Padahal menurut para ilmuwan, kejadian di Chernobil harusnya tidak
perlu ditakuti lagi. Karena kejadian yang terjadi di Chernobyl sudah
diantisipasi oleh para ahli agar tidak terulang lagi dengan membuat containment
building.
Di Fushima, reactor yang di pakai
adalah reaktor BWR (Boiling water reactor) generasi kedua. Sebenarnya belajar
dari pengalaman 40 tahun sebelumnya, dikarenakan reaktor BWR generasi pertama tidak
mampu mengatasi berbagai bencana, telah dikembangkan reaktor BWR generasi kedua
yang tahan terhadap berbagai bencana. Dengan dilengkapi containment building,
apabila terjadi kebocoran tidak serta merta langsung menyebar ke lingkungan
sekitarnya. Seperti yang terjadi di Reaktor Three Mile Island (USA), reaktor
mengalami core melt akan tetapi zat radioaktifnya berhasil ditahan oleh
containment dan tidak menimbulkan korban. Untuk yang di Jepang, adalah kasus
khusus, dan untuk kasus khusus ini sudah cukup memakai generasi BWR yang ketiga
untuk mengatasinya.
Teknologi yang sudah ada sudah
mampu mengatasi berbagai resiko yang ditimbulkan oleh bencana. Yang bermasalah
adalah apakah orang yang melakukan aktivitas (meliputi maintenance sampai
berkaitan dengan tindakan ketika darurat) dengan nuklir mampu melakukannya
dengan disiplin?
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_nuklir
(Diakses tanggal 15 Agustus 2011)
http://www.batan.go.id/ppen/tu/SejarahPLTN.htm
(Diakses tanggal 15 Agustus 2011)
http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2011/08/01/320/486552/lebih-murah-pln-siap-kembangkan-pltn
(Diakses tanggal 15 Agustus 2011)
http://www.duniaesai.com/index.php/direktori/esai/46-sains/294-di-balik-pro-kontra-pembangunan-pltn.html
(Diakses tanggal 15 Agustus 2011)
http://www.iaea.org/cgi-bin/db.page.pl/pris.oprconst.htm
(Diakses Maret 2011)
http://www.batan.go.id/
(Diakses tanggal 15 Agustus 2011)
Komentar
Posting Komentar